Efek Negatif Kantin Kejujuran

Ada Yang Pernah Dengar  Istilah “Kantin Jujur” Atau Lengkapnya “Kantin Kejujuran” ?!! Berada Di Sekolah Yang Didalamnya Ada Misi Pembelajaran.Kantin Ini Lahir Atas Dasar UU No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dimana dalam pasal 16 disebutkan bahwa,”kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional…”. kantin kejujuran di sekolah dibuat untuk memberikan pendidikan kejujuran kepada siswa dan pembelajaran antikorupsi.Orang tidak mau korupsi kalau dia jujur!Dengan harapan dengan banyaknya kantin kejujuran di sekolah akan memberikan pembelajaran kepada siswa untuk bersikap Jujur sejak dini. Tentu dengan adanya budaya sikap Jujur tersebut yang dimulai dari pelajar dan pelajar itu merupakaan penerus bangsa sehingga korupsi di masa depan tak ada lagi.Atau membuat mereka yang tidak mampu berbuat jujur dengan pembelajaran seperti ini.

Mencegah lebih baik daripada mengobati.Maklum korupsi sudah mendarah daging di negeri ini. Virus korupsi telah merajalela hampir disemua lini disetiap orde pemerintahan kita.Korupsi yang subur telah menyengsarakan rakyat banyak secara berkepanjangan.Bahkan menghambat kemajuan bangsa dan negara ini kedepan.Sangat sulit memang memutus mata rantai korupsi ini sebab kebanyakan dari kita menganggapnya sebagai budaya.Padahal kalau kita bercermin dengan kultur budaya kita mengambil sesuatu tanpa seizin pemiliknya adalah sangat memalukan.Sebuah persepsi yang keliru jika menganggap korupsi adalah budaya.Jadi Korupsi merupakan “penyakit masyarakat,bukanlah budaya”.

Untuk bagaimana cara pembelajarannya atau prakteknya di sekolah,saya tidak akan menjelaskan secara detil. Saya ingin anda mengamati secara langsung prakteknya dengan mendatangi sekolah anak/adik/saudara/teman dan lihat dengan mata anda sendiri, Dan saya berharap anda bisa bijak.Saya akan mengangkat sisi lain dari program ini.Disamping diharapkan siswa berlaku jujur dan menghindari dia dari praktek korupsi,ada yang dirugikan disini yaitu para tenant/penyewa kantin sekolahan yang menyewa tempat dalam sekolahan yang mengadu nasib layaknya para pedagang didalam suatu pasar. sekolah mereka berharap memperoleh pendapatan dengan berjualan kepada siswa siswi di sekolah itu. Sekarang dengan adanya kantin jujur mereka mendapat saingan,karena produk yang dijual pun sama persis seperti:makanan,minuman serta segala perlengkapan siswa baik berupa alat tulis menulis maupun buku tulis.dari segi pendapatan mereka pun akan berpengaruh dan tidak sedikit dari mereka yang menggantungkan pendapatan dari berjualan di kantin sekolah malahan diantaranya ada yang menjadi tulang punggung keluarga mereka. Tak heranlah mereka ada yang mengeluh dengan keberadaan kantin jujur walaupun ada yang biasa-biasa saja (yang ini mungkin mereka takut kalau melawan mereka akan didepak dengan alasan tidak diperpanjang sewa mereka di sekolah tersebut, cemen ah  he…he…he… :) .

Padahal mereka (penyewa kantin sekolah) membayar kok tiap tahunnya!. Sesuai dengan kebijakan Iuran sewa sekolah masing-masing.Bahkan ada sekolah yang menetapkan sewa besar (layaknya kios di pinggir jalan.pasar) padahal produk yang dijual pun sesuai dengan kocek siswa/siswi yang artinya produk yang dijual murah meriah. mereka berpedoman untung  dikit yang penting laku banyak,berharap keuntungan dengan cara itu. Dah gitu ada saingan pula, dengan keberadaan kantin jujur ironi memang.

Tak jarang ada para oknum guru pun ikut berbisnis dengan menitip dagangan mereka di kantin jujur yang mana dikelola oleh koperasi sekolah.memang gaji mereka gak cukup apa?!! Gaji mereka itu guru PNS yang lagi gencar-gencarnya naik gaji, dah gitu mereka guru yang berada di kota maklum mungkin bagi mereka yang berdedikasi di pedalaman yang keadaan ekonominya pun menyedihkan. Tak heran mungkin dulu kita melihat guru membawa alat tulis beserta  mistar panjangnya. Sekarang sudah berubah , kita akan melihat guru berangkat mengajar dengan menjingjing plastik besar hitam yang berisi makanan dan minuman guna dititipkan ke kantin Jujur guna mendapat penghasilan tambahan ha…ha..ha. Bukankah semuanya sudah ada lahannya masing-masing Ibu/Bapak guru yang budiman?cobalah dengar keluhan para penyewa/tenant sekolah,dan sesungguhnya mereka jengkel melihat tindak tanduk kalian.

Disini saya pertanyakan dualitas sekolah menurut si tenant kantin.Sekolah mengambil untung dari keberadaan Kantin jujur ini,mengapa disebut dualitas ini faktanya:

1.Ini program pemerintah dan nantinya ada evaluasi nantinya. Barangsiapa yang melaksanakan mandat Diknas dengan seutuhnya, ditambah adanya keberhasilan didalamnnya. Maka sekolah yang berhasil dengan kantin jujurnya akan mendapat pujian dari DIKNAS maupun Masyarakat,karena ada nilai mulia dibalik berdirinya Kantin Jujur tersebut.Malahan di suatu sekolah SMA favorit di bogor mereka sukses dalam pelaksanaan dengan menambah “Cabang” mereka menjadi 3 Unit,walaupun tidak semua sesukses mereka contoh: SMU di Tulung Agung ,kantin kejujuran yang dikelola sekolah tersebut mengalami kebangkrutan.

2.Kantin Jujur yang berhasil maka akan bertambah pula pendapatan sekolah yang mana uangnya akan masuk kekas sekolah dengan bantuan pengelolaan dari Unit Koperasi Sekolah Masing-Masing.Pendapatan dari sewa kantin pun dapat. Kenapa pihak sekolah tidak sejak awal mengajak peran serta Para tenant dengan contoh menitip dagangannya di Kantin Jujur tentu mereka akan menyambut baik ide itu tanpa harus kehilangan pendapatannya. Yang ada mereka malah “Memberdayakan” semua potensi miliknya tanpa bisa berbuat bijaksana.

Tadinya saya berharap Kantin Jujur cuma ceremonial tidak jor-joran seperti ini,atau bahkan berharap ini sebuah wacana saja.Banyak jalan kok kalau kita mau tanpa harus mendzolimi orang lain. Sehingga mengkhawatirkan mengganggu kelangsungan hidup para tenant kantin yang menempati sekolah itu malahan ada yang berpuluh-puluh tahun di sekolah itu,hingga menjadi maskot/kenangan dari para siswa setiap angkatannya,jangan heran jika ada siswa/siswi yang lebih hafal nama pengelola kantin dibandingkan dengan banyaknya guru kita. Jangan sampai niat baik/mulia Pemerintah /DIKNAS ternodai Oleh Kebijakannya sendiri dan mendzalimi orang lain.Dan semoga ada solusinya bagi kedua belah pihak,Amin,Wallahu A’lam Bishawab.

Hasil Pengamatan Di Salah Satu SMA Negeri Favorit Di Bogor

Artikel Terkait:

About these ads

11 responses to “Efek Negatif Kantin Kejujuran

    • boleh aja dengan catatan kalo ada pihak yang memakai fasilitas anda untuk berdagang dan anda menarik keuntungan dengan adanya mereka,sebaiknya jangan. kalaupun ada bisa dilakukan differensiasi produk :)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s