Nasionalisme Indonesia


Tgl 17 Agustus tahun ini genap 65 tahun hari lahir negeri ini atau tepatnya merdeka dari penjajahan fisik bangsa luar
terhadap tanah air kita meliputi aspek kekayaan Alam serta Kekayaan sumber daya manusia meliputi kekayaan
intelegensi yang dimiliki putra putri bangsa kita terdahulu.penjajahan memberikan dampak yang luar biasa dalam
keeksis-annya dalam kancah internasional. Bayangkan,kita tertinggal 3 generasi mengalami keterlambatan dalam
aspek ekonomi,pendidikan,keamanan dan lain2.

Momentum kemerdekaan ini kita manfaatkan untuk menambah kepekaan atau kepekaan (sense of belonging) atas
negeri ini,mengingat ketertinggalan kita dalam mengisi sektor kehidupan yang disebutkan diatas. Kita isi kemerdekaan
dengan sesuatu yang berguna/positif.tidak muluk2 kita sesuaikan dengan peran serta dan keikutsertaan kita dalam
masyarakat. para Pemimpin bertindak adil dan bijaksana, para Pemikir(Cendekiawan) mengarahkan kemana
arah bangsa ini,para Teknokrat dibutuhkan atas cipta dan kreasi mereka, para Alim ulama mengajarkan ahlak dan
budi pekerti yang luhur sesuai dengan Al-quran/dll,para Petani,para pedagang dll.

Rakyat Indonesia membutuhkan trust(Kepercayaan) garansi kehidupan menyangkut hak dan kewajiban warga negara
yang diberikan oleh negaranya. Jangan sampai loyalitas terhadap negaranya (Nasionalisme) disalahgunakan atau dikhianati
terlebih – lebih bangsa sendiri yang sengaja atau tidak sengaja karena kebodohannya,apalagi didalamnya ada intervensi
asing yang mengambil keuntungan dari kita bangsa indonesia……aargh harusnya kita geram dan mengenyahkannya.
memang ada wise word yang berbunyi “jangan tanyakan apa yang diberikan negara terhadap kamu, tetapi apa yang kamu
berikan kepada negara” masih relevan kata ini buat negeri ini, sementara penjajahan dan pembodohan dimana-mana.

65 tahun cukup waktu merubah bangsa ini menuju yang lebih baik. minimal kebanggaaan yang ditimbulkan rakyatnya
karena adanya rasa tentram,aman dan sejahtera. Jangan buat instant pembangunan ini tetapi meninggalkan hutang
dimana-mana analoginya mendirikan bangunan mewah tapi tidak dibarengi pondasi yang kuat maka tinggal menunggu
waktu menuju kehancuran/kemusnahan.

Jangan sampai Nasionalisme adalah suatu pertanyaan!!!????

Semoga Negeri Kita Menjadi Baldan Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur, Negeri Yang Aman dan Makmur serta dilimpahi Rahmat Allah. Amin

Artikel Terkait:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s