Prinsip ‐ Prinsip Desain Grafis

Post : http://ilmugrafis.org

Prinsip Desain Grafis

Dalam bekerja seorang desainer grafis harus mempertimbangkan berbagai prinsip  demi mencapai hasil akhir yang baik. Prinsip prinsip desain yang akan dijelaskan di bawah ini bukanlah sebuah nilai matibahwa desain  yang paling baik  adalah seperti apa yang dikandung dalam prinsip tersebut. Tetapi sekadar anjuran beginilah seharusnya desain yang baik. Karena sesungguhnya tidak ada  penilaian bagus atau jelek atas sebuah desain. Semuanya itu tergantung selera desainer  grafis, klien dan khalayak yang menjadi sasaran pesan.  Hal ini ditegaskan pakar desain grafis,  Danton Sihombing dalam majalah Cakram:penilaian karya desain grafis  sesungguhnya adalah menguji tingkat kelayakannya, dalam arti tidak adakarya desain  grafis yang benar

ataupun yang salah.

Prinsip ‐ Prinsip Desain Grafis adalah sebagai berikut:

Kesederhanaan

Banyak pakar desain grafis menyarankan prinsip ini dalam pekerjaan desain.  Hal ini sangat logis demikepentingan kemudahan pembaca memahami isi pesan  yang disampaikan. Dalam penggunaan hurufsebuah berita misalnya.  Huruf judul (headline), subjudul dan tubuh berita (body text) sebaiknya jangan menggunakan jenis font yang ornamental dan njilimet, seperti huruf blackletter  yang sulit dibaca.Desainer grafis lazim juga menyebut prinsip ini sebagai  KISS (Keep It Simple Stupid). Prinsip ini bisaditerapkan dengan penggunaan  elemen ruang kosong (white space) dan tidak menggunakan terlalubanyak  unsur‐unsur aksesoris. Seperlunya saja.

Keseimbangan

Keseimbangan adalah keadaan atau kesamaan antara kekuatan yang saling  berhadapan dan

menimbulkan adanya kesan seimbang secara visual. Prinsip keseimbangan  ada dua, yaitu: keseimbanganformal (simetris) dan keseimbangan informal. Keseimbangan formal memberikan kesan sempurna, resmi, kokoh, yakin dan  bergengsi. Keseimbanganformal juga menyinggung mengenai konsistensi  dalam penggunaan berbagai elemen desain. Semisal

wana logo. Dalam desain kartu nama desain dibuat dengan full color (F/C).  Tetapi dengan pertimbangan agar desain lebih variatif dan tidak membosankan,  maka pada media desain yang berbeda Anda membuat logo tersebut dengan  warna duotone. Nah, pada kondisi ini, gagasan variasi desain sebaiknya tidak  diperlukan. Apa jadinya kalau logo tersebut adalah logo sebuah produk barang.  Konsistensi jugasangat diperlukan sebagai kesan identitas yang melekat  pada sebuah merek produk. Kita tidak maukonsumen sampai lupa pada produk yang dijual. Sedangkan keseimbangan informal bermanfaatmenghasilkan kesan  visual yang  dinamis, bebas, lepas, pop, meninggalkan sikap kaku, dan posmodernis.

Kesatuan

Kesatuan adalah kohesi, konsistensi, ketunggalan atau keutuhan, yang merupakan  isi pokok darikomposisi.  Contohnya adalah ilustrasi, garis dan teks diberi raster sehingga  memberikan kesan kesatuanterhadap pesan yang dimaksud.

Penekanan (aksentuasi)

Penekanan dimaksudkan untuk menarik perhatian pembaca, sehingga ia mau  melihat dan membaca bagian desain yang dimaksud. Kalau dalam konteks  desain surat kabar ini bisa dilakukan denganmemberikan kotak raster atas sebuah berita.  Hal ini akan mengesankan pentingnya berita itu untukdibaca oleh pembaca.  Atau juga membesarkan ukuran huruf pada judul berita,  sehingga terlihat jauhberbeda dengan berita lainnya. Penekanan juga dilakukan melalui  perulangan ukuran, serta kontrasantara tekstur,  nada warna, garis, ruang, bentuk atau motif.

Irama (repetisi)

Irama merupakan pengulangan unsur‐unsur pendukung karya seni. Irama merupakan  selisih antara duawujud yang terletak pada ruang, serupa dengan interval waktu antara  dua nada musik beruntun yang sama. Desain grafis mementingkan interval ruang atau kekosongan atau jarak antar obyek.  Misalnyajarak antarkolom. Jarak antarteks dengan tepi kertas, jarak antar 10 foto di dalam  satu halaman dan lainsebagainya.

Demikian Prinsip ‐ Prinsip desain Grafis, semoga bermanfaat

Terima kasih

Artikel Terkait:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s