Teman

Manusia merupakan makhluk sosial,yang artinya diperlukan adanya interaksi satu sama lain dalam memenuhi kebutuhannya. Atau kata lainnya suatu ketergantungan yang tidak memungkinkan manusia bisa hidup sendiri.kebutuhan manusia yang tidak bisa dihindari karena manusia diberi naluri oleh Sang Pencipta seperti kebutuhan dasar seperti makan,minum dan mempertahankan keturunannya  dan kebutuhan sekunder maupun tertier. Semuanya diperlukan adanya sinergi (hubungan timbal balik)yang membentuknya.

Sebagai makhluk sosial kita mengenal apa yang dimaksud teman dalam kehidupan kita. Adanya teman terjadi karena adanya pertemanan, dan pertemanan terjadi karena adanya satu asa,satu rasa, satu nasib, satu penanggungan, ataupun satu perjuangan. Teman datang pada waktu yang disengaja atau tidak disengaja dan suka atau tidak suka, semuanya sudah ada yang mengatur.

Berbicara teman sejati itu adalah:
1.Mempunyai visi dan misi yang sama
2.Fungsi sebagai Reminder
3.Menerima Kelebihan dan Kekurangan masing

Dimanakah kita bisa menemukan teman sejati?pertanyaan yang bagus yang perlu kita kaji. Jawabannya didalam pertemanan pasti ada yang namanya ujian, ujian bisa berupa ancaman atau musibah yang menimpa semua atau perorangan dari kita yang merupakan gangguan serius bagi pertemanan. Cukup dengan observasi(pengamatan) atas tindak tanduk  mereka saat keadaan itu datang atau terjadi, maka akan terlihat mana yang mutual dan mana yang parasit!!!.

Dalam gelombang ujianlah semua terkuak dan secara gamblang terlihat oleh mata kita sendiri. Dimana teman ada disaat kita senang dan susah bak pahlawan bagi kita. Ironi bila mereka mendekati kita saat senang/jaya dan menjauhi kita saat susah, tapi itulah kenyataannya. Teman datang dan pergi membawa kenangan manis dan ada juga membawa kenangan pahit menyakitkan agar kita bisa menghargai apa arti teman itu.

Dan para pengkhianat, bukanlah tanpa maaf untuk mereka dan semata untuk pelajaran bagi mereka. Karena Allah SWT Maha Pemaaf, masa kita sebagai makhluk tidak memberi maaf. Memang ada pepatah minta maaf lebih mudah dibanding dengan memberi maaf ,perlu sedikit kebijaksanaan dalam hati kita.

Tunggulah ketika hati bisa lapang dan otak bisa berpikir jernih atas perbuatan mereka,serta menerima alasan mereka yang tidak masuk akal. Beruntunglah bagi kita bisa menemukan teman sejati, dan kita diantaranya. Amin.

Artikel Terkait:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s