Benturan Kehidupan

Benturan Kehidupan
Sejak kita lahir kedunia sampai menuju liang lahat, yang namanya beturan kehidupan selalu mewarnai keseharian kita semua fase. Suka atau tidak, tapi begitulah kenyataannya. Mungkin sudah settingannya Yang Maha Kuasa buat kita sebagai umat-Nya. Benturan kehidupan disikapi bermacam – macam oleh setiap orang. Tentunya setiap itu harus kita hormati, karena pemikiran kita semua tidak sama.
Dalam tulisan yang saya buat ini,saya mengajak kepada pembaca untuk berpikir secara sederhana berdasarkan logika masing-masing. Saya mengajak kepada pembaca untuk merenungi setiap benturan kehidupan yang pernah anda alami sekecil apa pun itu. Saya perbolehkan juga untuk mengutarakan argumen apa saja untuk dijadikan bahan sharing satu sama lain. Karena saya yakin tiap argumen yang dikeluarkan,pasti ada ilmu yang bermanfaat di dalamnnya. Jadi bukan untuk saling mengadu domba.
Kalau mau jujur, setiap orang tentu ingin kehidupannya selalu berjalan mulus tanpa hambatan dari awal sampai akhir. Apa pun yang diinginkannya harus selalu ada,kalau perlu lewat jentikan jari,kerlingan mata atau tepukan tangan bahkan siulan. Tidak usah malu untuk mengakuinya,karena saya pun juga begitu. Tapi harus dipikir & dilihat dulu,kita itu sebagai apa sih?kalau kita sebagai orang dari kalangan jet-set. Boleh-boleh sja bersikap seperti itu. Tapi kalau sebagai kalangan kebawah,nanti dulu…..
Setiap orang diberikan benturan kehidupan dengan porsi yang berbeda , dalam situasi & kondisi yang berbeda pula. Tapi tidak sedikit dari beberapa benturan kehidupan itu meninggalkan luka di hati baik berupa trauma maupun dendam. Bahkan bisa membuat masa lalu yang buruk pada seseorang. Tapi dalam tulisan ini saya ingin mencoba menyembuhkan hati kita semua yang pernah terluka karena benturan kehidupan,dengan sedikit kemampuan.

Benturan Kehidupan Di Rumah
Setiap rumah pribadi pasti ada yang namanya keluarga. Setiap keluarga pasti ada pemimpinnya. Pemimpin keluarga pasti punya tata tertib untuk setiap anggota keluarga termasuk dirinya sendiri. Tapi saya meyakini, tidak semua tata tertib yang dibuat itu bisa ditaati semuanya. Terkadang ada yang dilanggar entah karena dorongan hatti nurani atau hawa nafsu. Bahkan untuk membuat tata tertib untuk keluarga di rumah juga tidak bisa sesuka hatinya,karena harus lolos lewat diskusi atau debat terbuka antara bapak,ibu,kakak,adik,atau pembantu rumah tangga (itu pun kalau ada). Apa yang tidak disuka harus ditaati & apa yang disuka harus dilarang. Pasti ada penjelasannya masing-masing kenapa tidak boleh begini begitu,dan kenapa juga harus begitu begini. Tapi saya berpikir, pasti hati kita belum bisa puas juga biarpun sudah dapat penjelasan yang cukup mendetil. Kalau disaat hati sudah merasa jengkel atau dikekang,kita mulai bertindak nekat. Kabur dari rumah,mogok makan minum,diam mengurung diri atau menangis. Membanting atau merusak perabotan rumah dan lain-lain yang bisa dilakukan sebagai reaksi dari benturan hidup di rumah.
Setiap keluarga pasti menginginkan keharmonisan atau kerukunan hidup di dalam & luar rumah. Tapi bagaimana kalau umpamanya kita suka ribut sama pasangan kita cuma karena masalah kecil. Suka ribut sama kakak tau adik dari kecil sampai besar. Kalau bisa akur pun cuma sebentar. Dengan ortu,kita sebagai anak-anaknya suka membantah nasehat atau malah tega mendurhakainya demi kesenangan pribadi. Padahal belum tentu yang dibilang ortu itu salah. Sekali lagi, yang diatas tadi itu semua adalah reaksi dari benturan kehidupan di rumah.
Kadang-kadang saya bertanya dalam hati, apa ya yang harus kita kakukan kalau terjadi benturan hidup di rumah?,apakah harus mempertahankan ego kita?. Atau duduk bareng dengan hati yang tenang & kepala yang dingin plus suara yang lembut untuk bekerja sama memecahkan masalah?,apakah tetap kabur dari rumah?,atau menyendiri sambil introspeksi diri?.

Benturan Kehidupan Di Tempat Kerja
Bayangkan!? Kalau kita kerja sekian tahun dengan kedisiplinan & kejujuran yang baik, tapi tanpa kita sadari ternyata ada sebagian orang yang tidak suka terhadap apa yang jadi prestasi kita itu. Lalu orang – orang yang tidak suka sama keberhasilan kita dalam bekerja itu berusaha menjatuhkan nama baik kita, di tempat kerja dengan segala cara. Dari yang halus sampai yang kasar. Atau semua prestasi kerja yang kita raih dengan susah payah selama ini justru diklaim sebagai milik dari rekan-rekan yang tidak senang atau iri sama kita.
Pernahkah anda mengalami situasi & kondisi dimana anda mengalami ketegangan dalam dunia kerja yang mempunyai tingkat persaingan atau tekanan yang sangat tinggi? Lalu gimana juga imbasnya dalam pergaulan anda dengan rekan – rekan di tempat kerja kalau sudah seperti itu? Tetap bertahan, atau memilih keluar & mencari pekerjaan yang baru? Tetap bertahan berarti sudah siap dengan resiko yang akan diterima, jika memilih keluar belum tentu menjamin bakalan dapat pekerjaan yang baru.
Sebenarnya bisa saja kita membuat kerja sambilan diluar kerja resmi kita, tapi saya ingin bertanya kepada pembaca budiman mampukah kita membagi porsi. Atau waktu antara kerja kerja resmi & sambilan? Mampukah kita menjaga kesehatan diantara keduanya? Mampukah kita menyediakan waktu luang untuk berlibur dari kesibukan kedua pekerjaan kita tersebut? Keuntungan dari kerja sambilan itu tentu saja dapat penghasilan untuk menambah pundi – pundi masa depan & siapa tahu bisa di-PHK dari pekerjaan yang resmi. Silahkan anda keluarkan opini dari dalam hati menyikapi hal tersebut!?.
Boleh saja kita merasa sudah nyaman dengan pekerjaan yang ditekuni sehari – sehari, tapi bagaimana kalo sebagian orang merasa apa yang yang kita kerjakan itu tidak baik buat masa depan kita sendiri? Mungkin alasannya itu dari kerja atau ilmu yang monoton, gak ada peningkatan karir atau atau pendapatan yang yang tidak memadai? Terus apa yang tidak lakukan kalau ada rekan – rekan kerja yang bermasalah sama perusahaan dalam soal tekanan kerja & pendapatan kerja & pendapatan per bulan?.
Di setiap pekerjaan yang kita tekuni sehari – hari selalu saja resiko tanggung jawab yang diemban, dari level atas sampai bawah. Belum lagi ditambah dengan politik kerja yang intinya ada keinginan dalam hati, agar diri ini tetap terpakai oleh bos atau perusahaan sampai masuk masa pensiun. Syukur – syukur kalau anak cucu kita bisa jadi penerus keberhasilan di tempat perusahaan yang dulu. Tergantung rejekinya…..
Tapi bagaimana caranya kita berhasil dalam pekerjaan tanpa merugikan atau mencederai perasaan orang banyak! Bagaimana caranya juga kita masih bertahan biar pun dalam berprestasi di perusahaan? Terserah apa sugesti anda masing – masing, tapi saya yakin tidak ada seorang pun dari kita yang dikeluarkan dari tempatnya mencari nafkah sehari – hari. Karena biar gimana juga menganggur atau di-PHK itu tidak enak. Kecuali kita punya wirausaha sendiri, gak jadi masalah…..

Benturan Hidup Dalam Pergaulan
Setiap orang pasti menginginkan pertemanan daripada permusuhan. Dengan berteman, setiap kesulitan hidup sebesar apapun itu bisa terobati. Hidup yang kita jalani sehari – hari ini tidak akan sepi. Untuk bisa mendapatkan teman, mau tidak mau kita harus bergaul. Dengan bergaul, kita bisa mengenal banyak karakter urang yang kita temui di luar rumah. Lingkungan & pergaulan di luar rumah punya pengaruh yang kuat dalam membentuk kondisi psikis pada diri sendiri. Sifat,ucapan,perbuatan atau pemikiran sangat ditentukan dari cara kita bergaul itu sendiri, tergantung masuk pada lingkungan atau komunitas apa yang kita sukai.
Dalam pergaulan yang dijalani ada 2 sifat yang berbeda, yaitu Introvert & Ekstrovert. Introvert adalah siaft menutup diri, sangat menjaga privasi dan Cuma ingin bergaul dengan orang – orang yang sepaham atau mengerti tentang latar belakang dirinya. Ekstrovert adalah sifat membuka diri, kadang suka blak – blakan tapi selalu bisa menyatu dalam semua lingkunan apa juga. Kedua sifat tersebut sebenarnya ada kekurangan & kelebihannya. Tetapi tergantung dari kemampuan kita sendiri untuk meracik dalam pergaulan sehari – harinya.
Terkadang kita pernah mengalami benturan sikap atau pemikiran dalam pergaulan dengan banyak orang. Bermacam – macam prinsip hidup dipegang setiap orang dari latar belakang yang berbeda. Kita ingin berhasil dengan cara yang bersih pun belum tentu disukai oleh teman – teman. Apalagi ingin memberi manfaat kepada orang banyak. Ada juga orang yang sangat dibenci teman – temannya Cuma karena dianggap “Tidak Gaul”, walaupun sehari – hari sifatnya baik & sederhana tapi tertutup. Sebaliknya ada yang sifatnya terbuka pada semua orang, tapi dianggap “Banyak Omong” biarpun cukup kritis pemikirannya & rajin mengkritik. Antara pribadi kita dengan orang lain selalu saja ada ketidakcocokan sedikit apa pun itu. Kita selalu mengklaim bahwa apa yang sudah menjadi prinsip hidup sehari – hari itu sudah benar, tapi belum tentu itu pas diterapkan pada orang lain. Lalu bagaimanakah kita harus menyikapinya?!!.
Suka atau tidak, benturan kehidupan sudah menjadi keseharian kita. Dia selalu ada kapan pun & dimana pun kita berjalan & tinggal di muka bumi ini. Sebenarnya selalu ada hikmah di dalam benturan kehidupan itu, tetapi tergantung bagaimana sikap & cara kita menerimanya. Sifat dari benturan kehidupan itu tidak terus – terusan melainkan datang tanpa kita sadari dan cepat perginya. Tapi suatu saat pasti datang lagi di fase kehidupan yang lain hingga kita menutup mata, untuk selama – lamanya.
Benturan kehidupan mengingatkan kepada kita bahwa hidup ini tidak selamanya mulus seperti jalan tol. Suatu saat dia akan datang dalam bentuk apa saja & dalam situasi kondisi apa pun juga. Dia tidak peduli sama sekali apa pun perasaan kita yang pernah dihajarnya, karena benturan kehidupan pergi secepat kilat, tanpa rasa kasihan. Biarpun kita di posisi yang benar, tetapi saja benturan kehidupan itu selalu datang tidak bisa ditahan. Kalau sudah gitu, tinggallah keteguhan hati & kekuatan iman yang jadi pegangan diri kita untuk tetap tabah sampai akhir hayat. Tidak lupa tentunya dengan doa yang kita panjatkan pada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk memohon pertolongan-Nya dalam kehidupan yang tidak pasti di dunia fana ini. Kita hanya manusia biasa yang mempunyai sejuta mimpi/ keinginan dan meminta kepada-Nya agar menjadikannya nyata.
Hidup ini memang keras dan kejam, tak seindah & selembut yang kita lamunkan dalam buaian hangat dari ibu yang melahirkan kita. Apa – apa yang kita mau, harus diperjuangkan dengan mati – matian, tangis air mata bahkan kalau perlu nyawa kita sendiri. Banyak lika – liku hidup yang selalu menemui untuk menguji ketegaran mental kita, mengasah kedewasaan pola pikir kita dan sebagainya. Semoga apa yang saya tulis ini membangkitkan hati pembaca untuk selalu pantang menyerah dalam menjalani hidup. Semoga anda menjadi yang terbaik untuk orang – orang yang mencintai & dicintai anda sepenuhnya. Saya yakin bahwa anda adalah orang yang bertalenta tinggi & bermental baja, bahkan lebih kuat dari saya pribadi. Jayalah untuk kita semua!….
by: George Irienaldy

Artikel Terkait:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s