Standarisasi Lifestyle

Standarisasi pemuda Indonesia yang “Gaul” melewati batas-batas kewajaran, saya sendiri masih bingung dan bertanya-tanya, untuk apa disebut “Gaul” jika hanya untuk sekedar berbangga diri, yang semua terlihat sama, korban media dan mode yang menjijikkan. Jika anda pergi ke Mall yang sudah alih fungsi menjadi tempat “mangkal” anak-anak muda yang mengaku “Gaul” anda akan melihat warna-warni yang sebenar-benarnya sama saja, memuakkan.

Tingkah generasi muda yang berlebihan, ya, mungkin termasuk saya, sangat benar karena saya pun terbilang masih dalam kategori anak muda yang masih saja labil. Akan tetapi menilik dari beberapa kelakuan-kelakuan generasi ini yg berlebihan, bisa dikatakan menjijikkan.
Sengaja saya tadi membaca beberapa artikel diluar sana, blog walking, ada yang tentang ungkapan hati mereka sehari-harinya dan masih banyak hal-hal lain, tidak jarang umpatan-umpatan kepada orangtua atau guru mereka.
Disatu kesempatan saya membaca tentang Lifestyle generasi muda jaman sekarang, misalkan Blackberry adalah hal yang wajib dimiliki untuk dianggap tidak ketinggalan jaman, saya pribadi tidak menggunakannya, tapi saya tidak merasa ketinggalan jaman dan tidak gaul, karena menurut saya hal itu tidak penting dan bermanfaat bagi saya. Saya pikirkan, jika saya memiliki Blackberry lalu untuk apa? Masihkah untuk sekedar telepon ataupun sms? Inti dari hal itu adalah komunikasi, sedangkan fungsinya sama dengan yang lain bukan? Meski type yang lebih rendah juga. Saya berani bertaruh, para pengguna BB dikalangan muda-mudi tidak dimanfaatkan sepenuhnya, karena kita tahu BB hanya dijadikan standard ketidakketinggalanjamanan itu, bukan begitu? Hanya sekedar sebagai pelengkap dan penanda bahwa “Saya modern” menggelikan memang. 90% dari pengguna BB di Indonesia sangat pas sekali dimasukkan dalam keterangan saya diatas, dan anda tahu? Itu sangat menjijikkan.
Banyak yang disalahgunakan memang tehnologi saat ini. Banyak contoh, saya tidak harus menyebutkannya satu-satu, karena terlalu banyak, dan bagaimana kalau kita anggap saja penyalahgunaan tehnologi seperti diatas adalah “norak”? Agar manusia-manusia ini sadar akan pemanfaatan satu tehnologi yang sebenarnya, bukan hanya untuk standarisasi lifestyle saja.

Artikel Terkait:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s