Perlukah Kewajiban Berbahasa Indonesia Untuk Tenaga Kerja Asing (TKA) ?!

Arus Globalisasi Tidak Bisa Dibendung Lagi Dan Sudah Pasti Indonesia Termasuk Didalamnya. Arus Globalisasi Dapat Masuk Dalam Bentuk Ekonomi, Politik , Sosial Budaya Bahkan Dapat Berupa Bentuk Ideologi. Globalisasi Sulit Bahkan Tidak Dapat Dihindari, Karena Pada Dasarnya Globalisasi Adalah Suatu Proses Yang Terjadi Antar Individu , Antar Kelompok , Dan Pakar Antar Negara Saling Interaksi , Bergantung , Terkait , Dan Saling Mempengaruhi Satu Sama Lain Yang Melintasi Batas Negara.

Salah Satu Bentuk Tanda Indonesia Sudah Masuk Dalam Arus Globalisasi Dengan Ditanda – Tangani Kesepakatan Bersama Indonesia Dengan Negara Lain Tentang Pasar Bebas. Masuknya Indonesia Kedalam ACFTA ( Asean China Free Trade Agreement ) Yaitu Pasar Bebas Negara – Negara ASEAN Dan Tiongkok Yang Sudah Dimulai Sejak 1 Januari 2010 Disusul Dengan Masuknya Indonesia Kedalam AFTA ( Asean Free Trade Agreement ) Yaitu Pasar Bebas Negara – Negara Asean Yang Direncanakan Pada Akhir Tahun 2015 Yang Akan Diresmikan. Dengan Kehadiran Pasar Bebas Ini Maka Perdagangan Yang Berada Pada Kawasan Negara Tersebut Akan Mudah Berjalan, Tanpa Adanya Syarat – Syarat Ataupun Pungutan Yang Menyulitkan Dalam Hal Ini Bea Masuk Barang, Diikuti Dengan Arus Modal Serta Ketenaga – Kerjaan. Untuk Ketenaga – Kerjaan Orang Tiongkok Atau Orang Vietnam Dapat Dengan Mudah Melamar Kerja Layaknya Warga Negara Indonesia, Begitu Pula Sebaliknya Warga Indonesia Bisa Melamar Pekerjaan Di Negara ASEAN – Tiongkok Dengan Mudah Pula. Mungkin Masih Hangat Berita Eksodus Besar Pekerja Asal Tiongkok Yang Berjumlah 700 Orang, Mereka Datang Ke Banten Untuk Bekerja Di Pabrik Semen. Masyarakat Mulai Resah Dengan Adanya Pekerja Ini, Mereka Bekerja Di Posisi Umum Seperti Operator Mesin Dan Pekerjaan Kasar Lainnya. Dan Tidak Menutup Kemungkinan Potensi Tenaga Kerja Indonesia Pun Sebenarnya Bisa Mengerjakannya.

Jauh Sebelumnya Pemerintah Indonesia Sebenarnya Sudah Mengeluarkan Peraturan – Peraturan, Guna Mengatur Arus Tenaga Kerja Asing Dan Melindungi Pekerja Indonesia Asli. Salah Satunya Dengan Diterbitkannya Peraturan Menteri Tenaga Kerja ( PERMENAKER ) Nomor 12 Tahun 2013 Yang Isinya Tentang Persyaratan Untuk Menjadi Tenaga Kerja Asing ( TKA ) Yaitu :
a. Memiliki Pendidikan Yang Sesuai Dengan Syarat Jabatan Yang Akan Diduduki Oleh TKA;
b, Memiliki Kompetensi Yang Dibuktikan Dengan Sertifikat Kompetensi Atau Pengalaman Kerja Sesuai Dengan Jabatan Yang Akan Diduduki TKA Paling Kurang 5 ( Lima ) Tahun;
c. Bersedia Membuat Pernyataan Untuk Mengalihkan Keahliannya Kepada Tenaga Kerja Indonesia Pendamping Dan;
d. Dapat Berkomunikasi Dalam Bahasa Indonesia.
Mengenai Keharusan Dapat Berkomunikasi Dalam Bahasa Indonesia Ada Kaitannya Dengan Adanya Transfer Of Knowledge Dalam Pengertian Adanya Transfer Pengetahuan Dari Tenaga Kerja Asing Kepada Tenaga Kerja Asli Indonesia. Dengan Ini, Diharapkan Skill Pekerja Asli Kita Bisa Bertambah Dan Lebih Kreatif.

Akan Tetapi Akhir Ini PERMENAKER Nomor 12 Tahun 2013 Telah Terganti Dengan PERMENAKER Nomor 16 tahun 2015 Tentang Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Yang Mana Dalam Permenaker Baru Itu Tidak Ada Aturan Yang Mewajibkan Tenaga Kerja Asing ( TKA ) Memiliki Kemampuan Berbahasa Indonesia. PERMENAKER Yang Terbaru Ini Dibuat Atas Arahan Presiden Joko Widodo Kepada Menteri Ketengakerjaan Hanif Dhakiri Agar Menghapus Beberapa Regulasi Yang Menghambat Investasi. Dengan Pertimbangan Karena Investasi Diperlukan Indonesia Untuk Menjalankan Pembangunan, Menggerakkan Roda Perekonomian Dan Menciptakan Lapangan Kerja Baru.

Berawal Komplain Yang Kabarnya Dari Para Investor Asing Dengan Alasan Memberatkan Calon Tenaga Kerja Asing Untuk Bekerja Di Indonesia. Tetapi, Kebijakan Baru Ini Ditanggapi Dengan Kehawatiran Adanya Pembludakan Tenaga Kerja Asing Yang Akan Datang Ke Indonesia Yang Sistematis Bakal Meningkatkan Daya Saing Dengan Pekerja Asli Indonesia. Padahal Harapan Awalnya Dengan Mereka Bisa Berbahasa Indonesia Mereka Dapat Berbagi Pengetahuan,/Wawasan Kepada Pekerja Asli Kita Dan Mempermudah Mereka Berbaur Dengan Masyarakat Kita Agar Norma – Norma Yang Berlaku Di Tempat Itu Bisa Diterima Oleh Para Pekerja Asing Ini. Karena Kenyatannya Banyak Masyarakat Kita Yang Tdak Dapat Menguasai Bahasa Asing Bahkan Bahasa Inggris Yang Sudah Umum Diperkenalkan Di Bangku Sekolah Belum Tentu Bisa Menguasai Sepenuhnya.

Kalau Saja Para Manajer Orang Asing Yang Tidak Dapat Berbahasa Indonesia Ini Mempunyai Bawahan Pekerja Asli Indonesia Dan Pekerja Kita Tidak Mengerti Apa Yang Diinstruksikan/Diinginkan Manajer Asing Ini Tentu Ini Menjadi Kendala Bagi Para Manager Untuk Meraih Nilai Efektif Serta Efisiensi Yang Hendak Diraih Perusahaan, Maka Tidak Mustahil Para Manajer Ini Akan Mendatangkan Pekerja Dari Bangsanya Sendiri Daripada Menperkerjakan Pekerja Asli Kita Hanya Karena Masalah Bahasa. Tentu Ini Menjadi Perhatian Serius Untuk Pemerintah Kita Guna Melindungi Pekerja Kita.
Perlu Disadari Oleh Kita Bersama Bahwa PERMENAKER Nomor 16 tahun 2015 Merupakan Kontraproduktif Yang Dilakukan Pemerintah Kita Yang Mana Sedang Gencarnya Semangat Nasionalisme Yang Diusung Pemerintah Indonesia Dengan Gerakan Bangga Menggunakan Produk Indonesia, Serta Memperkenalkan Sosial Budaya Bangsa Indonesia Kepada Dunia Internasional ,Dimana Bahasa Indonesia Termasuk Didalamnya.

Ada Yang Perlu Diketahui Tentang Fakta Bahasa Indonesia Yang Membuat Kita Seharusnya Bangga Antara Lain :
1. Bahasa Indonesia Dijadikan Bahasa Resmi Ke 2 Di Vietnam, Pemerintah Daerah Ho Chi Minh City Vietnam Mengumumkan Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Kedua Secara Resmi Pada Bulan Desember 2007.
2. Bahasa Indonesia Dipelajari Lebih Dari 45 Negara Di Dunia.
3. Wikipedia Bahasa Indonesia Yang Menduduki Peringkat Ke 26 Dan Terbesar Di Asia Dari 250 Wikipedia Berbahasa Asing Si Dunia.
4. Bahasa Indonesia Bahasa Ketiga Yang Paling Banyak Digunakan Pada WordPress, Tercatat Dalam 6 Bulan Terakhir Ada 143.108 Pengguna Dari Indonesia Dan Telah Ada 117.601.633 Kunjungan Dari 40 Kota Di Indonesia.
5. Bahasa Dan Musik Indonesia Dikirim Ke Luar Angkasa Oleh NASA Yang Diketuai Carl Sagan Dari Universitas Cornell. Bahasa Indonesia Terpillih Didalam 55 Bahasa Dunia Yang Dikirim Ke Mars.
6. Pemimpin Negara Di Luar Negeri Menggunakan Bahasa Indonesia Ketika Presiden Barack Obama Mengunjungi Departemen Luar Negeri As Pada Hari Kedua Pelantikannya Dan Menyapa Seorang Karyawannya Dalam Bahasa Indonesia. Walaupun Yang Diucapkannya Hanya “ Terima Kasih “ Dan “ Apa Kabar “.

Fakta Diatas Seharusnya Membuat Bangga Bukan Merasa Minder. Apalagi Beranggapan Bahasa Indonesia Adalah “ Penghalang “ Iklim Investasi Dalam Mencapai Kemajuan Bangsa. Jadi Sesuai Apa Yang Menjadi Perhatian Kita Mengenai Perlukah Kewajiban Berbahasa Indonesia Untuk Tenaga Kerja Asing ( TKA ) ?!. Jawabannya Adalah “ Perlu ” Dengan Catatan Memakai Pedoman Yang Terkandung Pada Permenaker Terdahulu Nomor 12 Tahun 2013 Dimana Penggunaan Bahasa Indonesia Dikecualikan Bagi Jabatan Komisaris , Direksi , Usaha Jasa Impresariat Dan Pekerjaan Yang Bersifat Sementara. Dan Mewajibkan Tenaga Kerja Asing Berbahasa Indonesia Setelah 6 ( Enam ) Bulan Atau 1 ( Satu ) Tahun Bekerja Diikuti Dengan Pelatihan Yang Diselenggarakan Pemerintah Dengan Pihak Berkompenten Di Bidang Pembelajaran Bahasa Indonesia. Sehingga Kedepannya Tidak Ada Pemaksaan Terhadap Pekerja Indonesia Untuk Menggunakan Bahasa Asing Dan Pihak Yang Melanggarnya Akan Mendapat Sanksi / Hukuman Dari Pemerintah Indonesia.

Sanksi / Hukuman Perlu Ada Mengingat Penggunaan Bahasa Amatlah Esensial Dalam Kehidupan Bernegara. Selain Sebagai Suatu Sarana Berkomunikasi, Bahasa Adalah Symbol Dari Identitas Suatu Negara. Pemerintah Indonesia Sudah Mengaturnya Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2014 Tentang Pengembangan, Pembinaan Dan Perlindungan Bahasa Dan Sastra, Serta Peningkatan Fungsi Bahasa Indonesia Yang Mengatakan Bahwa Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Resmi Negara. Mempunyai Beberapa Fungsi, Salah Satunya Adalah Sebagai Sarana Komunikasi Tingkat Nasional.
Sebagai Negara, Indonesia Telah Melalui Jalan Terjal Dalam Penggunaan Bahasa Indonesia, Yakni Dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Salah Satu Poinnya Adalah Penggunaan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Resmi Negara. Lebih Lanjut, Dalam Pasal 1 Ayat (2) UU No 24 Tahun 2009 Menyatakan Bahasa Indonesia Adalah Bahasa Resmi Nasional Yang Digunakan Si Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Baik Orang Indonesia Maupun Orang Asing Wajib Menggunakan Bahasa Indonesia, Didalam Wilayah Negara Indonesia Tanpa Terkecuali. Semoga Semangat Sumpah Pemuda Masih Terlekat Di Sanubari Kita Semua, Hendaknya Kita Menjadi Tuan Rumah Di Negara Sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s